Wisata

Tradisi Ngotek Bangunkan Warga Saat Sahur di Kampung Loloan

 Sabtu, 09 April 2022, 21:55 WITA

beritabali/ist/Tradisi Ngotek Bangunkan Warga Saat Sahur di Kampung Loloan.

IKUTI BERITAJEMBRANA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritajembrana.com, Melaya. 

Memanfaatkan barang bekas, baskom, galon mineral, potongan besi, periuk penyok, dan sejumlah barang bekas lainnya, yang mengalun bersatu dalam harmoni dini hari. 

Barang-barang itu dipukul dalam irama dan ketukan yang teratur, sehingga setiap suara yang berbeda dari masing-masing benda dapat dipadukan dalam satu irama.

Alunan perkusi seadanya yang enak didengar telinga dan tentu juga merasuk ke dalam hati, bahkan membangkitkan warga muslim untuk bangun dan santap sahur.

Warga Loloan, Pengambengan, Muhammad Darimu Robby menceritakan, anak-anak begitu sangat antusias memainkan hal ini. Bahkan permainan ngotek ini sejak dulu telah ada baik di Loloan dan juga di pesisir Pengambengan. 

"Makna ngotek, yakni suatu cara dan partisipasi anak-anak muda kampung membangunkan orang-orang yang akan berpuasa untuk makan sahur dengan memainkan musik yang justru berirama ceria bahkan senada dengan suara yang mereka mainkan alat yang dipakai. Ritual tradisi ngotek sambil menyebutkan kata-kata sahur....sahur....sahur!," ujarnya. 

Ngotek akan berhenti jika berkumandang adzan subuh dimana anak-anak berhamburan pulang mandi dan berangkat ke masjid ataupun mushola yang ada di sekitar rumah mereka. Irama ngotek hanya bisa di dengar dan dimainkan selama bulan suci Ramadhan yang penuh dengan berkah dan ampunan.

"Irama ngotek ada memanfaatkan barang bekas, baskom, galon mineral, potongan besi, periuk penyok, dan sejumlah barang bekas lainnya. Terkadang sholawatan bahkan lebih terkesan religius dengan tanpa suara hanya alunan musik dari barang-barang bekas yang berirama," ungkapnya.


Halaman :