Perajin Tenun Lebih Menikmati Bekerja dengan Alat Tradisional

 Rabu, 22 Juni 2022, 18:10 WITA

beritabali/ist/Perajin Tenun Lebih Menikmati Bekerja dengan Alat Tradisional.

IKUTI BERITAJEMBRANA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritajembrana.com, Negara. 

Di tengah modernisasi industri, kain tenun yang dibuat dengan cara tradisional masih lestari di Bali Barat. 



Walaupun jumlah penenun masih bisa dihitung dengan jari, tetapi yang patut diapresiasi adalah mereka tetap eksis mempertahankan nilai tradisi. 

Secara sederhana gambaran menenun kain adalah dengan cara menyilangkan atau menganyam benang lusi ke arah panjang kain dan benang pakan ke arah lebar kain. Perajin tenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).  

Salah satunya perajin kain tenun Usriya (30) asal Banjar Tangi Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara mengatakan dirinya hanya sebagai buruh menenun jenis sarung kain tradisional sejak tahun 2010 hingga sampai saat ini. 

Kain tenun dikerjakan bersama keluarga dan satu temannya di rumah dengan menggunakan alat yang didapat dari pemilik usaha tenun. 

"Dalam 1 hari bisa mendapatkan 1 sarung dengan berbagai motif. Awalnya dikerjakan di Loloan Barat hingga dibawalah pulang dikerjakan sendiri di rumah. Ada 6 alat tenun bukan mesin. Sebelumnya saya harus belajar dengan teliti dan terampil," jelasnya. 


Halaman :