search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode

BERITAJEMBRANA.COM, NEGARA.

Memasuki musim kemarau, gelombang tinggi dan angin kencang terjadi di perairan Jembrana. Berdasarkan prediksi, kondisi ini akan berlangsung hingga seminggu ke depan.

Kondisi ini berdampak signifikan bagi warga Desa Pengambengan, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Cuaca buruk membuat para nelayan di desa tersebut tidak berani melaut. Salah satu nelayan, Solihin, mengungkapkan kekhawatirannya. 

"Cuaca buruk mulai terjadi sejak dua hari lalu. Jika dipaksakan mencari ikan saat kondisi cuaca seperti ini, risiko terburuk akan menimpa kami. Untuk mengisi kekosongan, kami memilih memperbaiki jukung (perahu tradisional) kami," ujar Solihin Minggu (09/06/2024).

Solihin juga menambahkan, banyak nelayan di desanya yang memilih melakukan perbaikan peralatan melaut daripada mengambil risiko di tengah lautan di tengah kondisi cuaca buruk.

Sementara itu, imbauan dari Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Bali di Negara kondisi gelombang dan angin kencang yang terjadi di Jembrana saat ini masih dalam kategori awal atau tingkat rendah hingga sedang. Sehingga seluruh masyarakat, terutama para nelayan, untuk tetap waspada sebagai langkah antisipasi.

Sementara itu, para nelayan terus memantau cuaca sembari memanfaatkan waktu untuk memperbaiki peralatan mereka.

Editor: Robby Patria

Reporter: Jimmy